Apa Itu Kampanye? Sejarah, Contoh, Jenis, Media Kampanye

555

Kampanye identik dengan aktivitas menjelang pemilihan umum terutama saat  memasuki tahun politik. Tapi tahukah kamu, kalau kampanye tidak hanya digunakan sebagai istilah politik saja? Kampanye dapat dilakukan dalam berbagai konteks seperti sosial, lingkungan, kesehatan atau pemasaran. 

Penggunaan kampanye dianggap efektif sebagai media komunikasi untuk menyampaikan sebuah gagasan dengan tujuan agar audiens menyukai, bersimpati, dan terpengaruh dengan materi kampanye.

Dalam pelaksanaannnya, kampanye menggunakan berbagai jenis media dalam menyampaikan pesan. Bisa menggunakan media luar ruang atau media sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan dan target audiens.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak penjelasan mengenai kampanye di dalam artikel ini.

Apa Itu Kampanye?

Pengertian kampanye menurut ahli yang cukup populer berasal dari Rogers dan Storeys ( 1987) yang mendefinisikan kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu (Venus, 2004: 7).

Secara sederhana, kampanye dapat diartikan sebagai tindakan persuasif yang bertujuan untuk memberikan ajakan atau pengaruh kepada target audiens sehingga melakukan tindakan yang diharapkan.

Sejarah dan Perkembangan Kampanye

Pada awal kemunculannya, kampanye lebih condong ke arah politik yang berkaitan dengan pemilihan umum. Mulai dari kampanye politik pada sistem demokrasi Yunani kuno sampai pada sistem kampanye politik modern di Amerika Serikat pada abad ke 19 yang menciptakan basis partai politik pertama dan menciptakan banyak teknik kampanye massa.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang dimulai pada abad ke 20, maka bentuk kampanye mengalami beberapa perubahan dan tidak terbatas hanya untuk urusan politik. 

Pemasaran dan iklan mulai menggunakan kampanye komersil dengan memanfaatkan media massa seperti radio, televisi dan surat kabar untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Perkembangan internet dan media sosial saat ini membawa perubahan signifikan terhadap bentuk dan gaya kampanye. Para politikus, pelaku bisnis atau penggiat sosial bisa menggunakan plattform digital untuk berinteraksi dengan target audiens yang diharapkan.

Contoh Kampanye

Kamu mungkin tidak asing dengan baligo yang menampilkan sosok anggota partai politik menjelang pemilihan umum atau slogan “Just Do It” milik sportwear Amerika, Nike. 

Meskipun berbeda, namun keduanya merupakan kampanye yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada target audiens. Kampanye yang pertama termasuk ke dalam kampanye politik, dimana calon kandidat menyampaikan pesan berupa visi, misi dan gagasan untuk menarik perhatian publik.

“Just Do It” milik Nike merupakan kampanye pemasaran yang awalnya menargetkan orang Amerika untuk menjalani kehidupan yang sehat, bugar dan penuh kebahagiaan tanpa memandang usia, jenis kelamin atau tingkat kemampuan fisik.

Dengan kampanyenya ini Nike berhasil meraih popularitas merek dan meningkatkan penjualan mereka.

Jika masih penasaran, kamu bisa melihat contoh konten kampanye kreatif yang bikin ngena dari brand-brand keren dan mungkin salah satunya adalah brand favoritmu.

 Jenis-Jenis Kampanye

Berikut beberapa jenis kampanye yang biasanya dilakukan : 

  1. Product Oriented Campaigns

Kampanye ini adalah jenis kampanye yang berotientasi kepada produk dan memiliki tujuan komersil.

Aktivitas kampanye ini berkaitan dengan membangun citra positif suatu produk atau merek yang diperkenalkan kepada publik.

  1. Candidate Oriented Campaigns

Kampanye jenis ini dikenal juga sebagai kampanye politik. Berorientasi kepada kandidat dan dilatarbelakangi oleh kepentingan politik, kampanye ini biasanya bertujuan untuk menyampaikan visi, misi dan gagasan untuk mendapat dukungan publik.

  1. Cause Oriented Campaigns

Kampanye ini ditujukan untuk menangani masalah-masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku dari objek kampanye.

Biasanya kampanye jenis ini dilakukan oleh lembaga non-profit dan tidak mencari keuntungan.

Media yang Digunakan Untuk Kampanye

Kesuksesan sebuah kampanye tidak lepas dari penggunaan media yang tepat dalam menyampaikan pesan. Dalam prakteknya media yang digunakan untuk kampanye terbagi ke dalam media kampanye offline dan media kampanye online.

Pemilihan jenis media yang digunakan untuk kampanye disesuaikan dengan kebutuhan dan target audiens yang dituju. Tidak ada yang lebih baik diantara kedua pilihan tersebut, karena masing-masing jenis media memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Media Kampanye Offline

Media luar ruang, media cetak dan media elektronik termasuk ke dalam media kampanye offline yang masih efektif untuk digunakan. Saat ini materi kampanye dengan menggunakan media offline dibuat se-kreatif dan se-menarik mungkin mulai dari desain, penggunaan warna serta copywriting.

Penggunaan media offline dalam kampanye biasanya banyak digunakan dalam kampanye politik. Terutama media luar ruang seperti baligho, spanduk dan papan reklame yang memanjang profil kandidat partai politik tertentu.

Media Online

Saat ini media yang digunakan untuk kampanye harus bisa beradaptasi dengan ruang teknologi, yaitu dengan menggunakan media online. Media online menjadi cara berkomunikasi secara online melalui website atau aplikasi, termasuk penggunaan berbagai platform media sosial.

Pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye akan memberikan dampak positif terutama jika kamu ingin menjangkau audiens yang lebih luas.

seperti saat ini dimana kampanye sudah dilakukan secara digital melalui berbagai platform media sosial. 

Namun harus tetap diperhatikan strategi kampanye media sosial tidak bisa digunakan oleh semua kampanye karena memiliki tujuan, karakteristik audiens dan cara menjalankan kampanye yang berbeda.

Newsletter

Jadilah bagian dari komunitas inspirasi kami! Bergabunglah dengan newsletter blog kami dan dapatkan konten menarik, tips bermanfaat, dan berbagai informasi terbaru.

Loading