Persepsi Netizen terhadap Penggunaan Mobil Listrik dalam Menangani Polusi Udara

129

Polusi udara menjadi salah satu masalah lingkungan yang banyak diperbincangkan masyarakat akhir-akhir ini. Khususnya di kota-kota besar di mana polusi udara paling umum terjadi karena emisi dari berbagai sumber terkonsentrasi. Dengan menggunakan NoLimit Dashboard, tim NoLimit menemukan terdapat 4.327 pembicaraan mengenai polusi udara pada periode 14 Agustus 2023 hingga 14 September 2023. Pada periode tersebut, banyak netizen membicarakan tentang penyakit yang disebabkan oleh polusi udara. Jenis penyakit yang paling banyak dibicarakan netizen adalah batuk (47%), kemudian disusul oleh ISPA (25%), flu (10%), radang tenggorokan (10%), pilek (5%), dan asma (5%).

Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah berupaya menekan angka polusi udara di Indonesia. Penggunaan mobil listrik diharapkan menjadi salah satu solusi atas isu pencemaran lingkungan yang disebabkan emisi karbon kendaraan yang menyebabkan pencemaran udara, khususnya yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia (Kemenhub, 2022). Namun, upaya ini menuai banyak pembicaraan pro dan kontra dari netizen. Berikut merupakan topik-topik tertinggi yang paling banyak dibicarakan netizen tentang polusi udara.

Kebijakan Penerapan Penggunaan Mobil Listrik di Indonesia

Namun, pemerintah tetap mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia. Pada tahun 2022, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2022, terkait penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional (Thoifur, 2022). Selain itu, pemerintah juga resmi menerbitkan aturan mengenai pemberian bantuan subsidi untuk pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dimulai pada 20 Maret 2023 bagi masyarakat (Menpan, 2023).

Kebijakan ini mendapatkan reaksi berupa berbagai opini di kalangan netizen. Pada periode 14 Agustus 2023 sampai 14 September 2023, terdapat 902 pembicaraan mengenai kebijakan mobil listrik yang digaungkan pemerintah. Berikut merupakan topik-topik tertinggi yang paling banyak dibicarakan netizen tentang kebijakan mobil listrik.

Pandangan Netizen terhadap Kebijakan Mobil Listrik

Netizen yang memiliki persepsi negatif terhadap kebijakan pemerintah tersebut paling banyak menyebutkan bahwa kebijakan itu hanya kepentingan bisnis semata, subsidi mobil listrik salah sasaran, kebijakan mobil listrik menambah polusi PLTU, tidak ramah lingkungan, mobil listrik harganya mahal, serta emisi karbon yang dihasilkan lebih tinggi. Namun, masih terdapat netizen yang memiliki persepsi positif terhadap kebijakan mobil listrik oleh pemerintah, yaitu dapat mengurangi emisi, kebijakan ramah lingkungan, dapat membuat harga mobil menjadi semakin terjangkau, strategi jangka panjang yang baik, serta irit.

Harapan Netizen terkait Penanganan Polusi Udara di Indonesia

Dari keseluruhan pembicaraan tentang masalah polusi udara dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menangani masalah tersebut, yaitu mobil listrik, masyarakat juga menyuarakan harapannya terhadap pemerintah tentang solusi yang mereka harap dapat pemerintah lakukan kedepannya. Netizen paling banyak berpendapat bahwa uang negara sebaiknya digunakan untuk mengoptimalkan transportasi publik di Indonesia. Selain itu, beberapa pendapat lainnya adalah uji emisi perlu dilakukan pada PLTU, kebutuhan batubara perlu dikurangi, permudah masyarakat untuk menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dorong Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum, subsidi angkutan umum, cabut subsidi mobil listrik, dan uang negara seharusnya digunakan untuk meringankan beban rakyat.

Berikut ini hasil analisa yang dilkukan tim NoLimit mengenai mobil listrik. Bagaimana tanggapan sobat NoLimit terkait mobil listrik? Berikan tanggapanmu pada kolom komentar ya Sobat NoLimit.

Newsletter

Jadilah bagian dari komunitas inspirasi kami! Bergabunglah dengan newsletter blog kami dan dapatkan konten menarik, tips bermanfaat, dan berbagai informasi terbaru.

Loading