Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

279
0

Sobat NoLimit, tahukah kalian kalau tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional? Unesco meresmikan tanggal ini pada 17 November 1999 silam.

Bahasa ibu, yang di bahasa Inggris disebut dengan mother tongue, adalah istilah untuk menyebut bahasa pertama yang dikuasai seseorang sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan lingkungan sekitar.

Menurut data Unesco, setiap dua minggu sebuah bahasa menghilang dengan membawa seluruh warisan budaya dan intelektual.

Setidaknya, ada 43% dari sekitar 6.000 bahasa yang digunakan di dunia yang terancam punah. Dari sekian banyak bahasa, hanya ada beberapa ratus bahasa yang benar-benar diberi tempat dalam sistem pendidikan dan domain publik, serta kurang dari seratus bahasa digunakan di dunia digital.

Melalui bahasa dan budayanya, masyarakat menyebarkan dan melestarikan pengetahuan dan budaya tradisional secara berkelanjutan. Di sinilah peran Hari Bahasa Ibu Internasional, dimana dengan memperingatinya diharapkan masyarakat global tidak melupakan bahasa dan budayanya masing-masing.

Awal mula penetapan Hari Bahasa Ibu Internasional

Seperti yang kita ketahui, UNESCO menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu. Salah satu yang mempengaruhi pendeklarasian ini adalah Pergerakan Bahasa yang dilakukan oleh orang-orang Bangladesh, atau yang pada saat itu disebut dengan Pakistan Timur.

Pada tahun 1947, Pakistan terdiri dari dua wilayah, yakni Pakistan Timur dan Pakistan Barat. Kedua wilayah ini memiliki budaya dan bahasa yang cukup berbeda. Di tahun 1948, pemerintah Pakistan menetapkan bahasa Urdu sebagai bahasa nasional Pakistan, padahal mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Bengali. Masyarakat Pakistan Timur pun protes dan meminta agar bahasa ibu mereka, bahasa Bengali juga dijadikan bahasa nasional.

Protes ini pada akhirnya berujung pada kasus pembunuhan pada tahun 1952. Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada menulis surat kepada Kofi Annan yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UN. Dalam suratnya, ia meminta Annan untuk mengambil langkah agar bisa menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Jadilah bagian dari komunitas inspirasi kami! Bergabunglah dengan newsletter blog kami dan dapatkan konten menarik, tips bermanfaat, dan berbagai informasi terbaru.

Loading