Membongkar Manfaat, Tahapan, Fungsi dan Contoh Penerapan Design Thinking

306
0

Apa itu Design Thinking?

Design thinking merupakan sebuah proses yang digunakan untuk memecahkan masalah dan membuat solusi yang lebih baik lagi. Design thinking memiliki tujuan untuk membuat solusi yang lebih baik dan solutif sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tahapan Design Thinking

Beberapa tahapan design thinking:

  • Empati: Menganalisis dan memahami secara mendalam kebutuhan, motivasi, dan masalah pengguna melalui wawancara, observasi, dan observasi.
  • Define: Identifikasi masalah yang ingin dipecahkan secara jelas dan spesifik, dengan menekankan pada aspek terpenting.
  • Ideate: Menghasilkan beragam ide untuk solusi secara kreatif, sering kali melalui sesi brainstorming dan pertimbangan pendekatan yang berbeda.
  • Prototype: Membangun prototipe sederhana dari ide-ide yang dipilih untuk menguji dan lebih memahami cara kerja solusi.
  • Test: Uji prototipe dengan pengguna dan dapatkan masukan untuk memperbaikinya.

Manfaat Design Thinking

  • Memiliki wawasan: design thinking membantu tim lebih memahami masalah melalui observasi, wawancara, dan pengalaman pengguna. Hal ini membantu mengidentifikasi dan menemukan akar masalah yang sering diabaikan.
  • Menyelesaikan masalah dengan lebih efektif: dengan berfokus pada kebutuhan pengguna, design thinking memungkinkan tim mengembangkan solusi yang lebih efektif dan relevan.
  • Kreativitas: Pendekatan ini mendorong pemikiran yang lebih kreatif dan sering kali mencakup ide yang berfokus untuk dalam menemukan solusi.
  • Kolaborasi: Design thinking melibatkan beragam pemangku kepentingan dalam prosesnya, Hal ini mendorong kolaborasi dan munculnya berbagi ide.
  • Fokus pada pengguna: design thinking memastikan pengguna tetap fokus utama yang perlu diperhatikan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Contoh Penerapan Design Thinking

Mengutip dari artikel Ruang Kerja salah satu contoh penerapan design thinking adalah pada perusahaan AirBnB. Bisnis ini awal mulanya hanya mendapatkan $200 setiap minggunya. Oleh karena itu, tim AirBnB melakukan observasi mengapa para mengunjung tidak jadi membooking. Setelah hasill analisa, mereka tidak jadi memilih AirBnB tersebut karena foto yang kurang menarik. Maka dari itu tim memilih berinvestasi pada kamera yang memiliki resolusi tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Jadilah bagian dari komunitas inspirasi kami! Bergabunglah dengan newsletter blog kami dan dapatkan konten menarik, tips bermanfaat, dan berbagai informasi terbaru.

Loading