Navigation

Bukan Cuma Irit! 5 Mobil EV & Hybrid Ini Paling Tangguh Saat Banjir

13 Jan 2026 hiday 53 views

NoLimit Indonesia – Setiap musim hujan, jalanan Jakarta dan kota-kota besar lain berubah menjadi arena uji bagi kendaraan. Air menggenang, lalu lintas tersendat, dan satu per satu mobil mogok.

Namun di tengah kekacauan itu, muncul satu pemandangan yang menarik yaitu mobil listrik (EV) dan hybrid justru semakin sering terlihat tetap melaju.

Di media sosial TikTok, X, dan Instagram, netizen membagikan video mobil bensin yang terjebak water hammer. Di sisi lain, EV dan hybrid terlihat melewati genangan yang sama tanpa berhenti.Percakapan ini tumbuh secara organik, bukan dari iklan. Karena itulah dampaknya jauh lebih kuat.

NoLimit Indonesia, perusahaan Big Data & AI yang fokus pada Social Media Monitoring dan Listening, melihat satu pola penting yakni banjir kini bukan hanya isu keselamatan, tetapi juga isu reputasi merek otomotif.

Harga Social Media Monitoring & Social Media Listening - NoLimit Dashboard

Pasar EV & Hybrid di Indonesia Terus Tumbuh

Data terbaru memperkuat tren ini. Hingga Mei 2025, penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 53.650 unit, menurut Gaikindo. Mayoritas berasal dari Battery Electric Vehicle (BEV).

Laporan PwC juga menunjukkan bahwa pangsa pasar EV telah menembus 18% dari total penjualan mobil penumpang. Angkanya tumbuh sekitar 49% secara tahunan.

Yang lebih menarik, tingkat kepuasan pemilik EV mencapai sekitar 99%. Artinya, konsumen bukan hanya ikut tren, tetapi juga puas dengan pengalaman nyata.

5 Mobil EV & Hybrid yang Paling Sering Disebut Tangguh Saat Banjir

Saat jalanan berubah menjadi sungai, satu pertanyaan muncul mobil mana yang benar-benar bisa diandalkan? Berikut lima model yang paling sering muncul dalam percakapan netizen.

1. Wuling Air EV – Kecil, Tapi Konsisten Melaju

Wuling Air EV sering terlihat dalam video banjir ringan. Mobil ini tetap berjalan ketika mobil bensin kecil di sekitarnya mulai kesulitan. Baterainya dirancang tertutup rapat. Hal ini membuat banyak netizen memberi label “lebih aman saat banjir”. Di segmen EV kompak, Air EV juga menjadi salah satu model paling populer di Indonesia.

2. BYD Atto & Dolphin – EV China dengan Reputasi Digital Kuat

Model seperti BYD Atto dan BYD Dolphin sering muncul di konten banjir tanpa laporan mogok. Netizen menyoroti stabilitas sistem kelistrikannya. Ini membuat persepsi merek BYD di dunia digital semakin kuat. Penjualannya pun tumbuh pesat sepanjang 2025. Di media sosial, share of voice BYD ikut melonjak.

3. Hyundai Ioniq 5 – EV Premium yang Tetap Stabil

Hyundai Ioniq 5, yang diproduksi di Indonesia, juga banyak disebut saat hujan deras. Dalam analisis percakapan, mobil ini sering dikaitkan dengan frasa seperti “tetap jalan saat hujan”. Itu adalah bentuk pengakuan publik yang sangat bernilai bagi reputasi merek.

4. Toyota Innova Zenix Hybrid – Andalan Keluarga

Bagi keluarga Indonesia, Innova Zenix Hybrid sering dianggap pilihan paling aman. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik, serta posisi intake yang lebih tinggi, memberi rasa aman saat melintasi genangan. Hybrid kini tidak lagi hanya dilihat sebagai teknologi peralihan, tetapi juga solusi praktis di musim hujan.

5. SUV Hybrid & PHEV – Paling Siap Hadapi Genangan

Model seperti Nissan X-Trail Hybrid dan Mitsubishi Outlander PHEV mendapat banyak pujian. Ground clearance tinggi dan proteksi sistem listrik membuatnya lebih siap menghadapi banjir yang lebih dalam. Di media sosial, mobil-mobil ini sering disebut sebagai “siap cuaca ekstrem.”

Banjir Kini Menjadi Uji Reputasi Merek

Kini reputasi tidak lagi dibentuk oleh iklan. Ia dibentuk oleh pengalaman pengguna dan percakapan publik. Dengan media monitoring dan listening, merek bisa melihat:

  • Topik apa yang paling banyak dibahas
  • Sentimen positif dan negatif
  • Isu baru yang muncul dari pengalaman nyata
  • Risiko reputasi saat krisis seperti banjir

Mobil yang sering disebut “tetap jalan meski banjir” akan lebih dipercaya dibanding mobil yang hanya punya klaim teknis.

Di sinilah NoLimit Dashboard berperan. Platform ini memantau ribuan percakapan secara real-time. Merek bisa melihat tren, sentimen, dan isu sebelum dampaknya muncul di penjualan. Bagi industri otomotif, ini berarti satu hal reputasi kini bisa diprediksi dari data percakapan.

Perubahan iklim membuat banjir semakin sering. Namun bagi industri otomotif, banjir juga menjadi momen uji publik. EV dan hybrid kini tidak hanya dilihat sebagai kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga sebagai kendaraan yang lebih andal di musim hujan.

Reputasi merek tidak lagi ditentukan oleh iklan. Ia dibentuk oleh video, komentar, dan pengalaman nyata pengguna di media sosial. Dengan NoLimit Dashboard, kamu bisa membaca arah reputasi itu lebih awal dan menjadikannya strategi bisnis.

Coba Demo Gratis Sekarang

NoLimit Indonesia - NoLimit Dashboard
Hiday

Bukan Cuma Irit! 5 Mobil EV & Hybrid Ini Paling Tangguh Saat Banjir

NoLimit Indonesia – Setiap musim hujan, jalanan Jakarta dan kota-kota besar lain berubah menjadi arena uji bagi kendaraan. Air menggenang, lalu lintas tersendat, dan satu per satu mobil mogok.

Namun di tengah kekacauan itu, muncul satu pemandangan yang menarik yaitu mobil listrik (EV) dan hybrid justru semakin sering terlihat tetap melaju.

Di media sosial TikTok, X, dan Instagram, netizen membagikan video mobil bensin yang terjebak water hammer. Di sisi lain, EV dan hybrid terlihat melewati genangan yang sama tanpa berhenti.Percakapan ini tumbuh secara organik, bukan dari iklan. Karena itulah dampaknya jauh lebih kuat.

NoLimit Indonesia, perusahaan Big Data & AI yang fokus pada Social Media Monitoring dan Listening, melihat satu pola penting yakni banjir kini bukan hanya isu keselamatan, tetapi juga isu reputasi merek otomotif.

Harga Social Media Monitoring & Social Media Listening - NoLimit Dashboard

Pasar EV & Hybrid di Indonesia Terus Tumbuh

Data terbaru memperkuat tren ini. Hingga Mei 2025, penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 53.650 unit, menurut Gaikindo. Mayoritas berasal dari Battery Electric Vehicle (BEV).

Laporan PwC juga menunjukkan bahwa pangsa pasar EV telah menembus 18% dari total penjualan mobil penumpang. Angkanya tumbuh sekitar 49% secara tahunan.

Yang lebih menarik, tingkat kepuasan pemilik EV mencapai sekitar 99%. Artinya, konsumen bukan hanya ikut tren, tetapi juga puas dengan pengalaman nyata.

5 Mobil EV & Hybrid yang Paling Sering Disebut Tangguh Saat Banjir

Saat jalanan berubah menjadi sungai, satu pertanyaan muncul mobil mana yang benar-benar bisa diandalkan? Berikut lima model yang paling sering muncul dalam percakapan netizen.

1. Wuling Air EV – Kecil, Tapi Konsisten Melaju

Wuling Air EV sering terlihat dalam video banjir ringan. Mobil ini tetap berjalan ketika mobil bensin kecil di sekitarnya mulai kesulitan. Baterainya dirancang tertutup rapat. Hal ini membuat banyak netizen memberi label “lebih aman saat banjir”. Di segmen EV kompak, Air EV juga menjadi salah satu model paling populer di Indonesia.

2. BYD Atto & Dolphin – EV China dengan Reputasi Digital Kuat

Model seperti BYD Atto dan BYD Dolphin sering muncul di konten banjir tanpa laporan mogok. Netizen menyoroti stabilitas sistem kelistrikannya. Ini membuat persepsi merek BYD di dunia digital semakin kuat. Penjualannya pun tumbuh pesat sepanjang 2025. Di media sosial, share of voice BYD ikut melonjak.

3. Hyundai Ioniq 5 – EV Premium yang Tetap Stabil

Hyundai Ioniq 5, yang diproduksi di Indonesia, juga banyak disebut saat hujan deras. Dalam analisis percakapan, mobil ini sering dikaitkan dengan frasa seperti “tetap jalan saat hujan”. Itu adalah bentuk pengakuan publik yang sangat bernilai bagi reputasi merek.

4. Toyota Innova Zenix Hybrid – Andalan Keluarga

Bagi keluarga Indonesia, Innova Zenix Hybrid sering dianggap pilihan paling aman. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik, serta posisi intake yang lebih tinggi, memberi rasa aman saat melintasi genangan. Hybrid kini tidak lagi hanya dilihat sebagai teknologi peralihan, tetapi juga solusi praktis di musim hujan.

5. SUV Hybrid & PHEV – Paling Siap Hadapi Genangan

Model seperti Nissan X-Trail Hybrid dan Mitsubishi Outlander PHEV mendapat banyak pujian. Ground clearance tinggi dan proteksi sistem listrik membuatnya lebih siap menghadapi banjir yang lebih dalam. Di media sosial, mobil-mobil ini sering disebut sebagai “siap cuaca ekstrem.”

Banjir Kini Menjadi Uji Reputasi Merek

Kini reputasi tidak lagi dibentuk oleh iklan. Ia dibentuk oleh pengalaman pengguna dan percakapan publik. Dengan media monitoring dan listening, merek bisa melihat:

  • Topik apa yang paling banyak dibahas
  • Sentimen positif dan negatif
  • Isu baru yang muncul dari pengalaman nyata
  • Risiko reputasi saat krisis seperti banjir

Mobil yang sering disebut “tetap jalan meski banjir” akan lebih dipercaya dibanding mobil yang hanya punya klaim teknis.

Di sinilah NoLimit Dashboard berperan. Platform ini memantau ribuan percakapan secara real-time. Merek bisa melihat tren, sentimen, dan isu sebelum dampaknya muncul di penjualan. Bagi industri otomotif, ini berarti satu hal reputasi kini bisa diprediksi dari data percakapan.

Perubahan iklim membuat banjir semakin sering. Namun bagi industri otomotif, banjir juga menjadi momen uji publik. EV dan hybrid kini tidak hanya dilihat sebagai kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga sebagai kendaraan yang lebih andal di musim hujan.

Reputasi merek tidak lagi ditentukan oleh iklan. Ia dibentuk oleh video, komentar, dan pengalaman nyata pengguna di media sosial. Dengan NoLimit Dashboard, kamu bisa membaca arah reputasi itu lebih awal dan menjadikannya strategi bisnis.

Coba Demo Gratis Sekarang

NoLimit Indonesia - NoLimit Dashboard