{"id":922,"date":"2017-11-28T10:22:12","date_gmt":"2017-11-28T03:22:12","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.nolimit.id\/?p=922"},"modified":"2023-06-20T15:52:59","modified_gmt":"2023-06-20T08:52:59","slug":"mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut mengalokasikan media sosial sebagai wadah promosi berskala global tanpa terhambat lokasi dan waktu. Beberapa pengembang bahkan secara terang-terangan memberikan fitur iklan yang ditujukan bagi pengguna yang antusias dalam bisnis dengan menyediakan beberapa layanan iklan berbasis demografi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari beberapa layanan iklan yang disediakan, nampaknya masih banyak orang yang kesulitan untuk mendapatkan hasil yang maksimal terlebih adalah konversi penjualan di media sosial. Masih diliputi sebuah anggapan bahwa layanan iklan di media sosial diyakini mampu memberikan efek penjualan secara langsung dalam kurun waktu yang ditentukan. Padahal, dari beberapa layanan iklan yang tersedia tidak sedikit timbal balik dari sebuah iklan hanya bertambahnya jumlah <em>like<\/em>, <em>share<\/em> dan <em>comment<\/em> yang cenderung tidak memberikan gambaran pasti konversi iklan kepada penjualan secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, penambahan jumlah interaksi yang meningkat pesat tersebut hanya berlaku untuk penggunaan iklan secara berkala. Dengan demikian, effort yang dilakukan untuk menciptakan sebuah interaksi dinilai cukup besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita mengacu pada kasus diatas, pada dasarnya layanan iklan di media sosial hanyalah sebuah upaya distribusi dari konten yang kita berikan terhadap target audiens. Dengan harapan, konten yang kita buat mampu menyebar secara luas dalam meningkatkan interaksi agar terjadinya proses penjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, bukan berarti iklan yang Anda lakukan setiap waktu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan interaksi yang banyak tanpa memikirkan konten yang berkualitas dan mudah diserap oleh audiens. Dengan mengandalkan sebuah konten yang tepat maka, interaksi akan tercipta secara organik dan lebih natural.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam <em>social media marketing<\/em>, interaksi merupakan sebuah indikator tindakan pengguna untuk melihat, melakukan percakapan dan menyukai suatu konten. Semakin banyak interaksi yang didapat maka, semakin besar peluang audiens memperhatikan brand Anda. Untuk itu, menciptakan konten dengan interaksi yang tinggi merupakan sebuah tujuan yang harus dilalui oleh para pelaku bisnis.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Dampak Interaksi Terhadap Sebuah Brand<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita tahu, indikator sebuah interaksi yang terjadi di media sosial di pecah menjadi 3 elemen yaitu <em>like<\/em>, <em>comment<\/em> dan <em>share<\/em>. Di beberapa platform media sosial lainnya memiliki istilah lain yang sama persis mewakili elemen-elemen tersebut. Namun, dalam pengunaannya seberapa besarkah dampak yang diberikan jika kita memiliki elemen-elemen tersebut di setiap konten yang kita buat? Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu manfaat dan dampak langsung elemen tersebut terhadap sebuah brand.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong><em>Like<\/em><\/strong><strong> <em>Post<\/em><\/strong><\/h2>\n<div style=\"width: 1210px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.vox-cdn.com\/thumbor\/G3WoZe8BjqQGBynhhc2ovmTj6UE=\/0x0:2040x1360\/1200x800\/filters:focal(857x517:1183x843)\/cdn.vox-cdn.com\/uploads\/chorus_image\/image\/52028387\/hero.0.0.jpeg\" alt=\"Like Post on Instagram\" width=\"1200\" height=\"800\" \/><p class=\"wp-caption-text\">https:\/\/cdn.vox-cdn.com\/thumbor\/G3WoZe8BjqQGBynhhc2ovmTj6UE=\/0x0:2040&#215;1360\/1200&#215;800\/filters:focal(857&#215;517:1183&#215;843)\/cdn.vox-cdn.com\/uploads\/chorus_image\/image\/52028387\/hero.0.0.jpeg<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Like<\/em> <em>post<\/em> merupakan sebuah fitur yang berfungsi untuk menyukai sebuah <em>posting<\/em> yang berada di media sosial. Penggunaannya bisa dirasakan ketika kita melakukan <em>update<\/em> <em>posting<\/em> dan banyak orang yang menyukai konten Anda maka, orang akan dengan senang hati menyematkan <em>like<\/em> pada konten Anda. Pada dasarnya, fitur <em>like<\/em> diciptakan untuk mewakilkan ekspresi seseorang terhadap sebuah konten. Sehingga, fitur <em>like<\/em> bisa digambarkan sebagai ekspresi pengguna menyikapi sebuah konten. Bahkan saat ini, fitur <em>like<\/em> mulai dikembangkan lebih dalam seperti yang ada di media sosial Facebook. Facebook menambahkan fitur <em>like<\/em> dengan tombol reaksi seperti marah, tertawa dan sedih di dalam satu tombol <em>like<\/em> <em>post<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain sebagai wadah untuk mengekspresikan sesuatu, rupanya penggunaan <em>like<\/em> <em>post<\/em> mampu mempengaruhi peluang konten Anda untuk menyebar lebih luas. Salah satu contohnya adalah Instagram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Instagram, kehadiran <em>like<\/em> <em>post<\/em> mampu meningkatkan potensi interaksi dan potensi <em>impression<\/em> melalu fitur <em>explore post<\/em>. Yang mana fitur tersebut berfungsi untuk menampilkan segala jenis <em>posting<\/em> berdasarkan interaksi yang dilakukan oleh <em>follower<\/em> Anda. Dengan demikian, ketika <em>follower<\/em> melakukan interaksi terhadap akun Anda dalam bentuk <em>like<\/em>, <em>comment<\/em> dan <em>share<\/em> maka, jenis <em>posting<\/em> Anda akan terlihat di beberapa akun pertemanan yang dimiliki oleh <em>follower<\/em> Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain fitur <em>explore post<\/em>, penggunaan <em>like<\/em> <em>post<\/em> juga berpengaruh terhadap pencarian konten di Instagram. Kita tahu, di Instagram memiliki beberapa fitur pencarian yang memudahkan kita untuk menemukan konten di Instagram. Baik itu berdasarkan nama akun, melalui <em>hashtag<\/em> dan kata kunci (<em>keyword<\/em>). Di dalam fitur pencarian berdasarkan <em>hashtag<\/em>, kita bisa menemukan konten dengan memanggil hahstag yang tersedia. Di lini pencarian hahstag terdapat juga rekomendasi <em>hashtag<\/em> yang mendekati dengan pencarian tersebut. Ketika kita mengklik sebuah <em>hashtag<\/em> maka akan terlihat dua hasil pencarian yang mucul. Yaitu <em>popular<\/em> <em>post<\/em>s dan <em>recent post<\/em>s.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk <em>popular<\/em> <em>post<\/em>, konten tersebut berisi konten-konten yang memiliki interaksi yang paling tinggi diantara konten yang serupa. Interaksi yang dimaksud bisa berupa <em>like<\/em> <em>post<\/em> atau jumlah view untuk jenis konten video. Sedangkan untuk recent <em>post<\/em>s berisi konten terbaru yang menyematkan <em>hashtag<\/em> di deskripsi konten tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, sebuah konten akan berpotensi menjadi <em>popular<\/em> <em>post<\/em>s dipencarian jika konten Anda memiliki perolehan applause yang paling banyak diantara <em>posting<\/em> lainnya. Sehingga, peluang interaksi dan impression pun akan meningkat karena <em>popular<\/em> <em>posts<\/em> mampu di akses oleh semua akun di Instagram yang mengakses <em>hashtag<\/em> tersebut. Selain itu, peranan <em>hashtag<\/em> sangat penting untuk menentukan interaksi yang terjadi apakah <em>hashtag<\/em> tersebut banyak digunakan atau tidak. Sehingga ada baiknya Anda harus menganalisis terlebih dahulu <em>hashtag<\/em> yang akan digunakan dan melihat seberapa besar potensi penyebaran dari <em>hashtag<\/em> tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Layaknya seperti Twitter, peranan <em>hashtag<\/em> bisa dijadikan andalan untuk menyebarkan sebuah konten. Bahkan, fitur <em>trending topic<\/em> di Twitter mampu memberikan peluang tersebarnya konten lebih luas. Hanya saja, dalam penggunaannya diharuskan relevan dengan konten yang dibuat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong><em>Comment<\/em><\/strong><strong> <em>Post<\/em><\/strong><\/h2>\n<div style=\"width: 670px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.wired.com\/photos\/5932604026780e6c04d2b454\/master\/w_660,c_limit\/insta-comments-inline.jpg\" alt=\"Comment Post on Instagram\" width=\"660\" height=\"440\" \/><p class=\"wp-caption-text\">https:\/\/media.wired.com\/photos\/5932604026780e6c04d2b454\/master\/w_660,c_limit\/insta-comments-inline.jpg<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Comment<\/em> <em>post<\/em> merupakan fitur di media sosial yang memungkinkan antar pengguna untuk saling berkomentar satu sama lain di setiap <em>posting<\/em>. Fitur ini dibuat agar pengguna mampu memberikan respon di setiap <em>posting<\/em> yang muncul di media sosial. Biasanya, fitur <em>comment<\/em> <em>post<\/em> digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengklik <em>like<\/em> <em>post<\/em> semata. Hal tersebut sering dijumpai ketika didalam sebuah <em>posting<\/em> terdapat komentar yang sangat banyak dengan beragam ekspresi dan opini. Disinilah sentimen pengguna terhadap sebuah konten sering terlihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut dibuktikan oleh seorang peneliti bernama Moira Burke yang melakukan studi <a href=\"http:\/\/www.theatlantic.com\/magazine\/archive\/2012\/05\/is-facebook-making-us-lonely\/308930\/\">penggunaan <em>comment post<\/em> terhadap 1200 pengguna di Facebook<\/a>. Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa fitur <em>comment<\/em> <em>post<\/em> mampu meningkatkan perasaan untuk menggunakan media sosial dibanding hanya dengan mengklik <em>like<\/em> <em>post<\/em> saja. Moira menyebutnya sebagai <em>composed communication<\/em>.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cPeople who received composed communication became less lonely, while people who received one-click communication experienced no change in loneliness,\u201d she said\u2026. Even better than sending a private Facebook message is the semi-public conversation, the kind of back-and-forth in which you half ignore the other people who may be listening in. \u201cPeople whose friends write to them semi-publicly on Facebook experience decreases in loneliness,\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dengan demikian, penggunaan <\/em><em>comment<\/em> <em>post<\/em><em> mampu mendorong pengguna untuk berkomentar apapun terkait konten yang Anda buat. Semakin banyak yang berkomentar maka, semakin terlihat sentimen pengguna dalam berkomentar. Sehingga, jika di suatu kondisi konten Anda memiliki <\/em><em>feedback<\/em><em> yang tidak sesuai dengan harapan. Maka, Anda harus berpikir ulang untuk merencanakan konten lebih baik.<\/em><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><em><strong>Share<\/strong><\/em> <em><strong>Post<\/strong><\/em><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Share<\/em> <em>post<\/em> merupakan fitur di media sosial yang berfungsi untuk membagikan sesuatu ke beberapa jaringan pertemanan lainnya di media sosial. Di dalam <em>share<\/em> <em>post<\/em>, orang-orang bisa dengan bebas membagikan sesuatu dari konten yang dibuat oleh orang lain tanpa perlu mem<em>posting<\/em> secara manual konten yang akan dibagikan. Biasanya, hal-hal yang mendorong orang untuk membagikan sebuah konten karena mereka percaya bahwa informasi tersebut merupakan sesuatu hal yang menarik, penting dan layak untuk dibagikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut dibuktikan dengan adanya <a href=\"http:\/\/coschedule.com\/blog\/why-people-share\/\">infografis<\/a> di media harian New York Times beberapa tahun lalu dengan judul \u201cMengapa Kita Harus Berbagi\u201d. 61% orang beralasan bahwa <em>share<\/em> <em>post<\/em> sangat bermanfaat untuk membagikan sesuatu yang menarik sedangkan 30% orang lainnya menganggap <em>share<\/em> <em>post<\/em> digunakan untuk merekomendasikan suatu produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengacu pada data tersebut, bahwa <em>share<\/em> <em>post<\/em> bisa dijadikan sebagai sebuah indikator pengguna mengagumi konten yang Anda buat. Bisa itu karena konten Anda sangat penting dibagikan, dan bermanfaat bagi pengguna lainnya. Selain itu, <em>share<\/em> <em>post<\/em> bermanfaat untuk meningkatkan <em>potential impression<\/em> dan <em>reach<\/em> yang mana akan berpengaruh terhadap viralnya sebuah konten.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita melihat secara langsung aktivitas di media sosial, tidak sedikit informasi yang viral tersebut berawal dari beberapa pengguna yang aktif membagikan konten tersebut ke jaringan pertemanan lainnya. Untuk itu, indikator <em>share<\/em> bisa menjadi acuan konten Anda bermanfaat untuk audiens atau tidak.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Mengukur Keberhasilan Interaksi Terhadap Perkembangan Brand<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada akhirnya, keberhasilan dari <em>social media marketing<\/em> yang Anda lakukan perlu diukur secara tepat dan akurat. Ukuran tersebut bisa diukur dengan set ukuran KPI (key performance indicator) atau bisa juga disebut sebagai KSI (key success indicator). Metode tersebut diukur secara kuantitatif sehingga dapat diukur kinerja secara global apakah hasil tersebut sudah sesuai dengan target atau tidak. Selain itu, adanya tolak ukur bisa dijadikan sebagai data yang bisa diolah kembali untuk mematangkan sebuah strategi <em>social media marketing<\/em> di waktu yang akan datang.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Mengukur Keberhasilan Interaksi Melalui Fitur Analytic<\/strong><\/h2>\n<div style=\"width: 946px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/www.socialtalent.com\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/FB-Overview.png\" alt=\"Facebook Analytics\" width=\"936\" height=\"434\" \/><p class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.socialtalent.com\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/FB-Overview.png<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, di setiap platform di media sosial telah tersedia beberapa analytic untuk menganalisis sebuah konten. Hanya saja, analytic yang tersedia hanya digunakan untuk menghitung interaksi secara global . Pada dasarnya, analytic tersebut ditujukan lebih khusus untuk para pengiklan yang menggunakan layanan seperti Facebook Ads, Instagram Ads dan Twitter Ads. Dengan demikian, jika Anda hendak mengukur keberhasilan konten melalui fitur analytics maka, tidak akan optimal jika konten yang dibuat adalah konten organik (tidak menggunakan iklan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, terpisahnya analytic berdasarkan masing-masing media sosial menyebabkan data yang disajikan sangat berbeda-beda tergantung tools yang tersedia. Sehingga, Anda akan kehilangan fokus untuk menganalisis secara lebih luas diseluruh akun media sosial yang dimiliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, untuk menganalisis secara lebih kompleks terkait akun-akun Anda maka, Anda harus membutuhkan <em>tools analytic<\/em> yang mampu menganalisis semua akun media sosial dalam satu tampilan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Mengukur Keberhasilan Interaksi Menggunakan NoLimit Dashboard<\/strong><\/h2>\n<div style=\"width: 1248px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium\" src=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/assets\/img\/macbook-dashboard.png\" alt=\"NoLimit Dashboard\" width=\"1238\" height=\"768\" \/><p class=\"wp-caption-text\">NoLimit Dashboard<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, kebutuhan untuk menganalisis sebuah keberhasilan memerlukan sebuah tools yang memberikan data lebih objektif dan terbuka dari beberapa sumber. Sehingga, hasil dari data tersebut mampu dianalisis lebih dalam dan mampu memberikan hasil analisis yang jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di NoLimit Dashboard, tolak ukur keberhasilan bisa disajikan lebih terbuka dan lebih detil yang tersusun dalam sebuah metrik-metrik khusus. Jika kita mengacu pada elemen interaksi diatas, beberapa metrik tersebut mampu memberikan analisis lebih mendalam di setiap elemen interaksi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, ketika Anda hendak menganalisis <em>like<\/em> <em>post<\/em> di setiap konten yang dibuat. Maka, Anda bisa menggunakan metrik applause yang didalamnya memiliki sub metrik yang berkaitan dengan metrik applause. Di dalam metrik tersebut kita akan disuguhkan informasi mengenai perolehan <em>like<\/em> <em>post<\/em> dalam periode tertentu, membandingkan perolehan <em>like<\/em> <em>post<\/em> setiap harinya, mengetahui persentase perolehan <em>like<\/em> setiap bulannya dan mengetahui konten mana saja yang memimiliki jumlah<em> like post <\/em>paling banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, ketika Anda memiliki data tersebut maka, Anda akan mengetahui konten seperti apa yang banyak disukai audiens dalam beberapa periode tertentu dan melihat secara langsung perolehan interaksi yang terjadi dalam periode tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya <em>like<\/em> <em>post<\/em>, beberapa elemen interaksi seperti <em>comment<\/em> <em>post<\/em> dan <em>share<\/em> <em>post<\/em> mampu dianalisis lebih dalam dengan beberapa metrik lain, seperti metrik talk dan virality. Beberapa hasil yang disajikan mampu diberikan lebih jelas dan spesifik, seperti informasi mengenai apa saja yang dibicarakan audiens melalui fitur <em>comment<\/em> <em>post<\/em> lalu, informasi mengenai seberapa besar perolehan jumlah <em>share<\/em> yang dilakukan audiens selama ini. Selain itu, Anda bisa mengukur performa konten Anda di setiap bulan terkait perolehan jumlah <em>share<\/em> dan total <em>comment<\/em> yang terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulannya, kebutuhan analisis mengenai sebuah konten memang akan meningkat seiring berkembangnya sebuah brand. analisis terhadap interaksi sangat penting dilakukan untuk menemukan formula terbaik dalam membuat sebuah konten. Untuk itu, perlunya strategi dan analisis serta tolak ukur yang objektif merupakan bekal awal untuk langkah dasar mengembangkan brand dan meningkatkan penjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memiliki kebutuhan analisis yang serupa maka, menggunakan NoLimit Dashboard bisa dijadikan rekomendasi untuk membantu analisis Anda di media sosial. Terlebih saat ini, produk tersebut disediakan secara <em>free trial<\/em>, sehingga akan sangat menguntungkan Anda saat ini dalam menganalisis brand dan produk Anda di media sosial.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/nolimit.id\/nolimit-dashboard\/\"><strong>COBA NOLIMIT DASHBOARD<\/strong><\/a><\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut mengalokasikan media sosial sebagai wadah promosi berskala global tanpa terhambat lokasi dan waktu. Beberapa pengembang bahkan secara terang-terangan memberikan fitur iklan yang ditujukan bagi pengguna yang antusias dalam bisnis dengan menyediakan beberapa layanan iklan berbasis demografi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":923,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[2334],"tags":[169,168,112],"class_list":["post-922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-trick-marketing","tag-analisa-di-media-sosial","tag-interaksi-di-media-sosial","tag-social-media-analytics"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NoLimit Knowledge Center\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-11-28T03:22:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-20T08:52:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gerry Ardian\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nolimitid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nolimitid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gerry Ardian\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gerry Ardian\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63\"},\"headline\":\"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial\",\"datePublished\":\"2017-11-28T03:22:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T08:52:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/\"},\"wordCount\":1931,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/11\\\/Instagram-header.jpg\",\"keywords\":[\"analisa di media sosial\",\"interaksi di media sosial\",\"social media analytics\"],\"articleSection\":[\"Tips &amp; Trick Marketing\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/\",\"name\":\"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/11\\\/Instagram-header.jpg\",\"datePublished\":\"2017-11-28T03:22:12+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T08:52:59+00:00\",\"description\":\"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/11\\\/Instagram-header.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/11\\\/Instagram-header.jpg\",\"width\":1500,\"height\":1000,\"caption\":\"Instagram\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"NoLimit Knowledge Center\",\"description\":\"Social Media for Everyone\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"NoLimit Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Image.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Image.jpg\",\"width\":385,\"height\":385,\"caption\":\"NoLimit Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/NoLimitID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nolimitid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/nolimitid\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/2388818\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63\",\"name\":\"Gerry Ardian\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gerry Ardian\"},\"url\":\"#\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial","description":"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial","og_description":"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut","og_url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/","og_site_name":"NoLimit Knowledge Center","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/","article_published_time":"2017-11-28T03:22:12+00:00","article_modified_time":"2023-06-20T08:52:59+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gerry Ardian","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nolimitid","twitter_site":"@nolimitid","twitter_misc":{"Written by":"Gerry Ardian","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/"},"author":{"name":"Gerry Ardian","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/person\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63"},"headline":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial","datePublished":"2017-11-28T03:22:12+00:00","dateModified":"2023-06-20T08:52:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/"},"wordCount":1931,"publisher":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg","keywords":["analisa di media sosial","interaksi di media sosial","social media analytics"],"articleSection":["Tips &amp; Trick Marketing"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/","name":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg","datePublished":"2017-11-28T03:22:12+00:00","dateModified":"2023-06-20T08:52:59+00:00","description":"Dewasa ini, penggunaan media sosial untuk kebutuhan bisnis merupakan tujuan baru dalam pengembangan media sosial. Kini, pengembang pun ikut","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg","contentUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Instagram-header.jpg","width":1500,"height":1000,"caption":"Instagram"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-sebuah-keberhasilan-konten-melalui-interaksi-di-media-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengukur Keberhasilan Konten Melalui Interaksi di Media Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/","name":"NoLimit Knowledge Center","description":"Social Media for Everyone","publisher":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization","name":"NoLimit Indonesia","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Image.jpg","contentUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Image.jpg","width":385,"height":385,"caption":"NoLimit Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/","https:\/\/x.com\/nolimitid","https:\/\/www.instagram.com\/nolimitid\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/2388818\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/person\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63","name":"Gerry Ardian","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gerry Ardian"},"url":"#"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=922"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/922\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/923"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}