{"id":1242,"date":"2018-01-11T09:55:46","date_gmt":"2018-01-11T02:55:46","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.nolimit.id\/?p=1242"},"modified":"2023-06-20T15:34:10","modified_gmt":"2023-06-20T08:34:10","slug":"mengukur-engagement-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang signifikan untuk membuat sebuah brand tersebut berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pembahasan sebelumnya mengenai <strong><a href=\"https:\/\/blog.nolimit.id\/2017\/12\/08\/4-poin-penting-meningkatkan-brand-awareness\/\">pentingnya <em>brand awareness<\/em><\/a>,<\/strong> kita bisa menyimpulkan bahwa konten merupakan elemen terpenting dalam proses <em>brand awareness<\/em> di media sosial. Elemen inilah yang akhirnya akan menentukan berhasil tidaknya proses tersebut dalam mencapai tujuan bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pembahasan kali ini, kita akan mencoba mempelajari bagaimana caranya mengukur kualitas sebuah konten. Sebelum berbicara lebih lanjut, ada baiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu maksud dan tujuan dalam membuat sebuah konten, khususnya di media sosial.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Maksud dan Tujuan Membuat Konten<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada awalnya, konten diciptakan dengan tujuan untuk membangun hubungan komunikasi dua arah atau yang dikenal sebagai <em>engagement<\/em>. Dalam studi ilmu komunikasi, istilah komunikasi dua arah bisa disebut juga sebagai komunikasi interaksional seperti yang diungkapkan oleh ahli komunikasi, Wilbur Schramm pada 1954.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada proses komunikasi interaksional, masing-masing akan saling mengirim dan menerima pesan secara berkesinambungan. Melalui proses komunikasi tersebut, maka setiap orang akan mengetahui respons yang dikirim oleh pengirim pesan atau yang dikenal dengan istilah interaksi atau umpan balik (<em>feedback<\/em>). Ketika pengguna melakukan interaksi dengan pengguna lain, maka hubungan komunikasi pun telah berjalan dengan baik.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Mengukur Engagement di Media Sosial<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada pembahasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ciri-ciri konten yang baik adalah mampu membangkitkan hubungan komunikasi yang baik dengan audiensi. Ketika kita memiliki sebuah konten dan tidak terjadi interaksi, maka ada sesuatu yang salah terhadap konten yang kita buat. Akan tetapi, kita tidak usah terburu-buru dahulu untuk memutuskan bahwa konten tersebut tidak berkualitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di media sosial itu sendiri, ada beberapa faktor yang memengaruhi tingkat <em>engagement<\/em> di setiap konten yang dimiliki yaitu jumlah audiensi dan jumlah interaksi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>Jumlah Audiensi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Audiensi sering dikenal dengan istilah <em>follower<\/em> atau pengikut yang memiliki akses untuk berinteraksi dengan kita melalui layanan yang disediakan oleh masing-masing media sosial. Dari segi fungsi, audiensi bisa digambarkan sebagai seorang pembaca. Semakin banyak orang yang membaca, maka semakin banyak pula orang melakukan interaksi dengan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, permasalahan selanjutnya adalah bagaimana jika kita memiliki sedikit audiensi atau bahkan tidak sama sekali? Untuk menjawab hal tersebut, kita bisa melakukan uji kualitas konten terlebih dahulu.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Menguji Kualitas Konten Terhadap Audiensi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita bisa melakukan uji konten untuk melihat pertumbuhan audiensi. Pada tahap awal, pertama kita harus membuat konten berdasarkan jenis konten. Untuk memudahkan pembuatan konten, kita bisa melihat panduan mengenai<strong> <a href=\"https:\/\/blog.nolimit.id\/2017\/10\/09\/bagaimana-cara-meningkatkan-virality-di-media-sosial\/\">jenis-jenis konten di media sosial<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kita menyiapkan konten, maka saatnya untuk memublikasikan konten tersebut secara bertahap. Dari sinilah kita bisa melihat dampak konten tersebut terhadap pertumbuhan audiensi. Selanjutnya, dari konten tersebut kita hitung pertumbuhan audiensi yang dimiliki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalkan, pada hari pertama audiensi bertambah 2 pengguna, hari kedua bertambah 5 pengguna, dan hari ketiga bertambah menjadi 10 pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sebuah konten memiliki perkembangan yang positif, maka kita bisa memprioritaskan konten tersebut untuk membangun audiensi. Dalam tahap ini, kita bisa melakukan uji kualitas konten secara terus menerus. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi performa konten, baik itu dari segi tema, isi, dan gaya pembawaan konten tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>Jumlah Interaksi<\/strong><\/h3>\n<div style=\"width: 746px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/cdn.amworldgroup.com\/blog\/wp-content\/uploads\/\/socialmediavisuals.png\" alt=\"Social Media Interaction\" width=\"736\" height=\"385\" \/><p class=\"wp-caption-text\">cdn.amworldgroup.com<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Interaksi pada dasarnya bisa juga disebut sebagai umpan balik (<em>feedback<\/em>). Interaksi inilah yang nantinya akan memengaruhi tingkat <em>engagement<\/em> selain pada jumlah audiensi di media sosial. Jika digambarkan, interaksi merupakan suatu nyawa yang mampu menentukan apakah konten tersebut hidup atau mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah konten akan dikatakan hidup, jika konten tersebut memiliki interaksi yang beragam di dalamnya. Di dalam interaksi inilah segala macam respons dan ekspresi akan muncul, seperti ekspresi marah, senang, dan ekspresi lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita juga bisa mengetahui ragam ekspresi tersebut berdasarkan kategori interaksi yang dimiliki oleh media sosial. Jika diklasifikasikan, terdapat 3 kategori interaksi yang sering digunakan oleh pengguna di media sosial, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><strong>Applause<\/strong> : Aktivitas pengguna yang dilakukan dengan menyukai konten tersebut<\/li>\n<li><strong>Virality<\/strong> : Aktivitas pengguna untuk menyebarkan pesan kepada pengguna lain.<\/li>\n<li><strong>Talk<\/strong> : Aktivitas memberikan komentar terhadap konten tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari 3 kategori interaksi tersebut akhirnya menjadi sebuah fitur interaksi yang sering kita gunakan saat ini, seperti tanda suka (Like), komentar (Comment), dan berbagi (Share). 3 fitur ini umumnya sering kita gunakan untuk mencerminkan respons dan ekspresi audiensi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai contohnya, kita bisa melihat salah satu konten akun Presiden Indonesia di media sosial Twitter<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-lang=\"id\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Bahagia sekali bertemu dengan anak-anak Kupang, berbagi buku untuk pewaris masa depan Indonesia. Anak-anakku, lekas besar, pintar untuk memajukan Indonesia -Jkw <a href=\"https:\/\/t.co\/5NhblWK5rb\">pic.twitter.com\/5NhblWK5rb<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Joko Widodo (@jokowi) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/jokowi\/status\/950683862610329601?ref_src=twsrc%5Etfw\">9 Januari 2018<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async=\"\" src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di dalam konten tersebut, kita bisa melihat beragam respons yang diberikan oleh audiensi, baik \u00a0itu pujian, krtitikan dan respon lainnya. Selain mengetahui respons audiensi, kita juga bisa menghitung bobot <em>engagement<\/em> yang dimiliki dari setiap konten. Fungsinya adalah untuk mengukur sejauh mana dampak interaksi yang diberikan dari konten tersebut. Semakin tinggi bobot <em>engagement<\/em> yang dimiliki, maka semakin tinggi juga dampak yang diberikan dari konten tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika kita melihat contoh\u00a0 konten di atas, konten tersebut memiliki bobot <em>engagement<\/em> yang tinggi. Hal tersebut bisa kita lihat melalui jumlah interaksi yang dimiliki, mulai dari jumlah like, comment, dan share.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sinilah kita bisa mengukur sendiri kualitas konten melalui bobot <em>engagement<\/em>. Dari data tersebut, kita bisa mengetahui konten mana saja yang mampu memberikan dampak interaksi yang tinggi terhadap brand di media sosial.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pembahasan di atas, kita bisa membuktikan bahwa setiap konten yang kita buat memiliki dampak dan pengaruh terhadap audiensi di media sosial. Dari sini juga kita bisa menyimpulkan bahwa konten yang berkualitas haruslah memiliki bobot <em>engagement<\/em> yang tinggi dan mampu memberikan kontribusi pertumbuhan jumlah audiensi secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hanya saja, seiring bertambahnya jumlah konten yang dimiliki, parameter tersebut akan sulit dihitung. Sebagai solusinya, kita membutuhkan sebuah tool untuk membantu kita dalam mengukur bobot <em>engagement<\/em> di media sosial. Dalam hal ini, <a href=\"https:\/\/nolimit.id\/nolimit-dashboard\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=article\">NoLimit Dashboard<\/a> mampu memfasilitasi kita untuk mengukur bobot engagement di media sosial. Melalui tool ini, kita akan dengan mudah mengukur bobot engagement melalui metrik-metrik analisisnya. Sehingga, segala informasi terkait perkembangan engagement di media sosial akan terukur melalui perhitungan yang akurat. Hasilnya, kita cukup menerima data yang dikelola oleh sistem sembari fokus untuk membuat konten yang berkualitas.<\/p>\n<div class=\"button-nolimit\" style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/nolimit.id\/nolimit-dashboard\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=article\">Optimize Your Social Media Engagement<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang signifikan untuk membuat sebuah brand tersebut berkembang. Pada pembahasan sebelumnya mengenai pentingnya brand awareness, kita bisa menyimpulkan bahwa konten merupakan elemen terpenting dalam proses brand awareness di media sosial. Elemen inilah yang akhirnya akan menentukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1265,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[2340],"tags":[211,209,210],"class_list":["post-1242","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-use-case","tag-engagement-di-media-sosial","tag-social-media-engagement","tag-social-media-interaction"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"NoLimit Knowledge Center\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-11T02:55:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-20T08:34:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Gerry Ardian\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nolimitid\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nolimitid\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Gerry Ardian\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Gerry Ardian\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63\"},\"headline\":\"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial\",\"datePublished\":\"2018-01-11T02:55:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T08:34:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/\"},\"wordCount\":982,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/increaseengagement.jpg\",\"keywords\":[\"engagement di media sosial\",\"social media engagement\",\"social media interaction\"],\"articleSection\":[\"Use Case\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/\",\"name\":\"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/increaseengagement.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-11T02:55:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-20T08:34:10+00:00\",\"description\":\"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/increaseengagement.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/01\\\/increaseengagement.jpg\",\"width\":800,\"height\":500,\"caption\":\"Social Media Engagement\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/mengukur-engagement-di-media-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"NoLimit Knowledge Center\",\"description\":\"Social Media for Everyone\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"NoLimit Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Image.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/07\\\/Image.jpg\",\"width\":385,\"height\":385,\"caption\":\"NoLimit Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/NoLimitID\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/nolimitid\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/nolimitid\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company-beta\\\/2388818\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nolimit.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63\",\"name\":\"Gerry Ardian\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Gerry Ardian\"},\"url\":\"#\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial","description":"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial","og_description":"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang","og_url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/","og_site_name":"NoLimit Knowledge Center","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/","article_published_time":"2018-01-11T02:55:46+00:00","article_modified_time":"2023-06-20T08:34:10+00:00","og_image":[{"width":800,"height":500,"url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Gerry Ardian","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@nolimitid","twitter_site":"@nolimitid","twitter_misc":{"Written by":"Gerry Ardian","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/"},"author":{"name":"Gerry Ardian","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/person\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63"},"headline":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial","datePublished":"2018-01-11T02:55:46+00:00","dateModified":"2023-06-20T08:34:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/"},"wordCount":982,"publisher":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg","keywords":["engagement di media sosial","social media engagement","social media interaction"],"articleSection":["Use Case"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/","name":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg","datePublished":"2018-01-11T02:55:46+00:00","dateModified":"2023-06-20T08:34:10+00:00","description":"Berbicara mengenai performa brand di media sosial tentu tidak terlepas dengan hadirnya sebuah konten. Kehadiran konten mampu memberikan dampak yang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg","contentUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/increaseengagement.jpg","width":800,"height":500,"caption":"Social Media Engagement"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/mengukur-engagement-di-media-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengukur Kualitas Konten Berdasarkan Engagement di Media Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/","name":"NoLimit Knowledge Center","description":"Social Media for Everyone","publisher":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#organization","name":"NoLimit Indonesia","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Image.jpg","contentUrl":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/07\/Image.jpg","width":385,"height":385,"caption":"NoLimit Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/NoLimitID\/","https:\/\/x.com\/nolimitid","https:\/\/www.instagram.com\/nolimitid\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company-beta\/2388818\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/#\/schema\/person\/c6219b9b5bc4f795ce5bf0dace0f2c63","name":"Gerry Ardian","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7d0135fe89c668cbc49805b30ff5ed37ff762cbced963655f643e25914c97067?s=96&d=mm&r=g","caption":"Gerry Ardian"},"url":"#"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1242","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1242"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1242\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1242"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1242"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nolimit.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1242"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}