Engagement menjadi salah satu parameter paling penting untuk mengukur kesuksesan sebuah campaign di Instagram. Jumlah followers kini tidak begitu penting jika dibandingkan dengan engagement rate. Engagement rate kini menjadi salah satu parameter penting dalam menggandeng influencer ketika brand bekerja sama. Maka dari itu, meningkatkan engagement Instagram penting dilakukan oleh brand.

Ada beberapa rahasia dan cara yang powerful dalam meningkatkan engagement rate Instagram di tahun 2022. Tren video pendek kini menjadi keniscayaan yang banyak dipakai di berbagai platform.

Instagram kini memiliki Reels, sementara YouTube pun kini sudah punya Short. Keduanya mengimitasi TikTok yang kini menjadi salah satu platform sosial media terbesar setelah Instagram yang dimiliki oleh Facebook.

Engagement rate diukur dari berapa banyak likes, share dan views. Metriks tersebut dihitung dengan jumlah followers yang dimiliki untuk mengetahui angka engagement rate-nya.

Standar engagement rate yang baik paling tidak mencapai 2%-3% untuk setiap postingan. Angka minimum tersebut kini menjadi patokan yang digunakan oleh brand dalam menyeleksi influencer yang akan diajak bekerja sama untuk sebuah campaign.

Bagaimana cara meningkatkan engagement di Instagram?

Pertanyaan tersebut tentu saja berkaitan erat dengan content yang dipublikasi di Instagram. Berikut ini beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan engagement rate di Instagram. 

#1 Buat jenis Carousel Post

Carousel Instagram adalah kumpulan beberapa gambar dalam satu postingan feed. Pengguna harus menggeser gambarnya satu per satu untuk membuka slide yang lainnya. Satu carousel bisa memuat hingga 10 postingan gambar.

Selain itu, Carousel juga bisa dibuat dengan menggabungkan foto dan video dalam satu postingan carousel, sehingga diharapkan engagement rate bisa lebih tinggi. 

#2 Memasukkan unsur humanis di dalam setiap postingan

Dari beberapa insight, foto-foto yang menghadirkan foto manusia atau wajah manusia lebih banyak mendapatkan likes sebesar 30% dibandingkan dengan foto yang tidak menampakkan wajah manusia.

Selain itu, wajah manusia juga bisa mendorong pengguna untuk meninggalkan komentar. Brand sekalipun tetap bisa mengatur postingan menjadi lebih personal, tentunya tetap membawa image yang baik terhadap brand tersebut.

#3  Atur waktu posting dengan tepat

Instagram memiliki fitur untuk mengintip kapan saja dan hari apa saja followers aktif atau berinteraksi. Insight tersebut dapat digunakan untuk penjadwalan konten. Sehingga diharapkan konten akan terpublikasi pada saat jam-jam audience sedang aktif.

#4  Gunakan semua tipe konten secara maksimal

Maksimalkan semua jenis tipe konten yang disediakan oleh Instagram. Postingan tidak boleh monoton. Gunakan juga beberapa fitur seperti Instagram Live, Reels, dan beberapa postingan single image sekalipun. Agar audience bisa mendapatkan postingan yang dinamis namun tetap menarik perhatian.

#5  Maksimalkan caption dan tagar yang relevan dengan postingan

Jangan biarkan satu postingan pun di-publish tanpa ada caption dan hashtagtagar. Caption yang relevan akan lebih meningkatkan engagement postingan. Apalagi jika dibubuhi dengan cerita yang menarik. Sedangkan tagar akan membantu untuk tracking dan penelusuran campaign serta memudahkan audiens baru untuk menemukan postingan Anda. 

#6  Lakukan secara konsisten

Salah satu kunci utama dalam strategi yang disebutkan adalah konsistensi. Beberapa brand akan terus konsisten melakukan hal tersebut sambil menganalisa konten-konten sebelumnya yang memang sukses meningkatkan engagement rate. Nantinya, Anda juga akan mendapatkan pattern atau pola jenis postingan yang paling baik untuk mendapatkan engagement dari followers yang sudah ada maupun menarik followers baru.

Untuk melakukan analisis konten diperlukan tools yang mumpuni. Apalagi jika Anda memiliki banyak platform media sosial. NoLimit Dashboard akan membantu Anda menganalisa konten-konten yang sudah Anda publikasi. Nantinya Anda bisa mendapatkan banyak insight jenis konten seperti apa yang paling banyak disukai audiens dan yang memang benar-benar bisa meningkatkan engagement rate khususnya di Instagram.